Pasti deh, kalau baca judul orang akan menganggap bahwa penulisnya seorang yang sombong karena merasa dirinya sombong. Benar kah demikian? bisa benar bisa juga salah. sama juga dengan seseorang yang selalu menuliskan kata Ustadz, Kyai Haji atau yang lainnya. Sebenarnya sih tergantung orangnya apakah memang dia berniat sombong atau hanya sebatas informasi dirinya dan pengakuan akademik. Tapi apakah seseorang itu sombong atau tidak bisa terlihat dari indikasinya, misalnya seseorang itu akan marah kalau gelarnya tidak dicantumkan, wah... ini sepertinya indikasi kuat kalau dia itu sombong dengan gelarnya. Tapi belum tentu juga orang yang tidak mau disebutkan gelarnya juga tidak sombong. Mau bukti?
Sombong letaknya di hati dan teraplikasi dalam tindakan sehari-hari, jadi seseorang dikatakan sombong kalau memang hatinya itu soombong dan tingkah lakunya juga mencerminkan bentuk kesombongan. Jadi kita tidak usahlah terjebak menhukumi seseorang itu sombong atau tidak hanya karena penyebutan gelar bagi dirinya.
Saya sendiri menuliskan Doktor sebagai bentuk moivasi saya bahwa saya harus bisa menjadi seorang doktor, So... ga ada niat lainnya tuh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar